Materi Belajar / JavaScript / Operasi Dasar & Kondisi
Setelah kita punya variabel untuk menyimpan data, hal seru berikutnya
adalah memanipulasi data itu menggunakan operator. Operator ini ibarat
alat yang memungkinkan kita melakukan berbagai operasi seperti
menghitung angka, membandingkan nilai, atau menggabungkan teks.
Misalnya, kita bisa menjumlahkan dua angka, cek apakah satu nilai
lebih besar dari yang lain, atau menggabungkan dua kata jadi satu
kalimat.
Nah, hasil dari operasi ini biasanya kita pakai untuk mengambil
keputusan di program, contohnya dengan menggunakan struktur if...else.
Jadi, program kita bisa “berpikir” dan menjalankan perintah yang
berbeda berdasarkan kondisi tertentu. Misalnya, kalau nilai ujian
lebih besar dari 70, tampilkan “Lulus”, tapi kalau kurang, tampilkan
“Coba lagi”. Dengan begini, program jadi lebih pintar dan interaktif,
nggak cuma jalan terus tanpa memperhatikan apa yang terjadi. Seru,
kan?
// Variabel untuk contoh
let nilaiA = 10;
let nilaiB = 5;
// 1. Operasi Aritmatika
let hasilTambah = nilaiA + nilaiB; // Hasil: 15
// 2. Operasi Perbandingan
let apakahLebihBesar = nilaiA > nilaiB; // Hasil: true
// 3. Penggunaan dalam Kondisi if-else
if (apakahLebihBesar) {
// Blok ini dijalankan jika kondisi true
console.log("Nilai A lebih besar dari Nilai B");
} else {
// Blok ini dijalankan jika kondisi false
console.log("Nilai A tidak lebih besar dari Nilai B");
}
Penjelasan dari konsep di atas sebagai berikut:
+ (tambah),
- (kurang),
* (kali),
/ (bagi), dan
% (sisa bagi).
Misalnya:
10 % 3 hasilnya
1.
true atau
false. Contoh:
5 > 3,
a === b (cek nilai dan
tipe).
&& (dan) : kedua
kondisi harus true,
|| (atau) : salah satu kondisi cukup
true.
if-else: Struktur kontrol paling dasar. Blok kode di dalam
if (kondisi) akan
dieksekusi jika `kondisi` bernilai
true. Jika tidak, blok
kode di dalam else yang
akan dieksekusi. Anda juga bisa menambahkan
else if untuk membuat
lebih banyak cabang kondisi.
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Program Diskon</title>
</head>
<body>
<h1>Cek Konsol Browser untuk Melihat Hasil</h1>
<script>
const totalBelanja = 250000;
let diskon = 0; // nilai diskon awal
console.log("Total Belanja Anda: Rp", totalBelanja);
if (totalBelanja >= 500000) {
diskon = 0.2; // diskon 20%
console.log("Selamat! Anda mendapatkan diskon 20%");
} else if (totalBelanja >= 200000) {
diskon = 0.1; // diskon 10%
console.log("Selamat! Anda mendapatkan diskon 10%");
} else {
console.log("Maaf, tidak ada diskon untuk belanja di bawah Rp 200.000");
}
// Operasi aritmatika untuk menghitung harga akhir
const jumlahDiskon = totalBelanja * diskon;
const hargaAkhir = totalBelanja - jumlahDiskon;
console.log("Jumlah Potongan Harga: Rp", jumlahDiskon);
console.log("Total yang Harus Dibayar: Rp", hargaAkhir);
</script>
</body>
</html>
đź’ˇ Tips: Selalu gunakan
operator perbandingan strict === daripada
==. Operator === memastikan nilai dan tipe
datanya sama, sehingga lebih aman dan terhindar dari bug yang tidak
terduga.